We’d better think about the things we say
We’d better think about the games we play
The time went out, the time went out ( The cranberries-Time is ticking out)
Freedom’s just a word today
Love is just a song today
Peace is just two fingers now
When someone put it on a shirt (Stonesour-Sillyworld)
There’s too many man, too many people, making too many problems
And there’s not much love to go around
Can’t you see this is a land of confusion (Genesis-Land of confusion)
A decade of the weapon of sound above ground
No shelter if you’re looking for shade (Rage against the machine-Guerilla radio)
They came with their tank and their plane
With ravaging fiery flame (Michael Hearts-we will not go down)
And now the ground we called our home is but a barren wasteland
The only sound drowning your cries is detonation (Trivium-Detonation)
Promises have been turned to lies
Can’t even be honest inside (Godsmack-Running blind)
What would the worst thing be if you took a wheel and you lost control
No one is safe inside your safety zone (No use for a name-Friend of the enemy)
And how can we win when fools can be kings
Don’t waste your time or time will waste you (Muse-Knight of Cydonia)
Cause you were born, for all the world to see
That we all can live, with love and peace (Whitelion-when the children cry)
Selasa, 26 Januari 2010
Just lyric
Langit yang Mengembalikan
HARUN YAHYA
Demi langit yang mengandung hujan (QS. Ath Thaariq, 86:11). Kata yang ditafsirkan sebagai 'mengandung hujan' dalam terjemahan Alquran ini juga bermakna 'mengirim kembali' atau mengembalikan.
Seperti diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri atas sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi pengembalian dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.
• Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.
• Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.
• Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.
Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Alquran. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Alquran adalah firman Allah.
Dalam sebuah ayat Alquran pun disebutkan sifat angin yang 'mengawinkan' hingga terbentuknya hujan.
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan, dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS. Al Hijr, 15:22)
Dalam ayat ini, ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin menggerakkan awan. Namun, penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran 'mengawinkan' dari angin dalam pembentukan hujan.
Fungsi 'mengawinkan' dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:
Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil, dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin, dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfir. Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin, dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekeliling partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan, dan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.
Sebagaimana terlihat, angin 'mengawinkan' uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang dibawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan. Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfir bagian atas tidak akan pernah terbentuk, dan hujan pun tidak akan terjadi.
Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Alquran, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam.
Fakta lain yang diberikan dalam Alquran mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). (QS. Az Zukhruf, 43:11)
Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 triliun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut ukuran atau kadar tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.
Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Alquran.
________________________________________
© Harun Yahya Internasional 2004.
Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini
info@harunyahya.com
Tidur Menyehatkan
Sebagai seorang siswa, kita dituntut untuk rajin belajar dan bekerja keras agar mendapatkan prestasi yang bagus di akhir tahun pelajaran. Namun bagi sebagian orang, terkadang terlalu keras belajar sehingga lupa akan hal yang lebih penting bagi dirinya, yaitu istirahat diantaranya tidur. Kemampuan otak kita bukan tanpa batas. Otak kita hanya mampu menyerap informasi dengan maksimal dalam waktu 2 jam, setelah itu otak kita akan kelelahan. Untuk itu kita sangat membutuhkan waktu istirahat.
Tidur adalah proses penting bagi manusia. Tidur berfungsi untuk me”refresh” kondisi tubuh kita setelah seharian beraktivitas menjadi segar kembali. Ketika tidur terjadi proses pembentukan Hormon Somatropin. Hormon ini sangat penting untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh. Selain itu hormon ini juga dapat memperlambat proses penuaan. Sehingga jika seseorang kurang tidur, metabolisme tubunya akan terganggu, dia akan lebih mudah terserang penyakit dan lebih cepat mengalami penuaan.
Oleh karena itu kita harus mengatur jadwal tidur agar kebutuhan tubuh kita terpenuhi. Lamanya waktu tidur menurut aturan kesehatan tergantung pada individunya. Anak-anak membutuhkan wqaktu 8-10 jam sedangkan bagi orang dewasa adalah 6 hingga 8 jam sehari. Namun indicator telah terpenuhinya kebutuhan tidur hanya dapat ditentukan oleh individunya sendiri. Jika setelah bangun tidur tubuh kita masih terasa lemah, berarti waktu tidur kita masih kurang. Tapi tidur juga jangan terlalu lama, karena bagi sebagian orang dapat menyebabkan pusing pada kepala.
Jangan sampai waktu belajar dan bermain mengganggu waktu tidur. Karena bagaimanapun kesehatan tubuh adalah yang lebih penting. Karena ketika kita menghadapi ujian, walaupun secara mental sudah siap tapi jasmaninya terganggu, hasilnya tidak akan maksimal.
Sabtu, 16 Januari 2010
motivasi1
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya.
Anda tak
merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai
gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Suatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya.
Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan.
Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku. Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.”
“Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa mendapatkan pakaian itu, tentu, aku akan dapat merasa bahagia setiap hari. Aku tentu akan dapat membahagiakan diriku dengan pakaian itu. Temukan sampai dapat! ” perintah sang Raja kepada prajuritnya. “Dan aku tidak mau kau kembali tanpa pakaian itu. Atau, kepalamu akan kupenggal !!
Mendengar titah sang Raja, prajurit itupun segera beranjak. Disiapkannya ratusan pasukan untuk menunaikan tugas. Berangkatlah mereka mencari benda itu. Mereka pergi selama berbulan-bulan, menyusuri setiap penjuru negeri. Seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, seperti perintah Raja. Di telitinya setiap kampung dan desa, untuk mencari orang yang paling berbahagia, dan mengambil pakaiannya.
Sang Raja pun mulai tak sabar menunggu. Dia terus menunggu, dan menunggu hingga jemu. Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, prajurit itu kembali. Ah, dia berjalan tertunduk, merangkak dengan tangan dan kaki di lantai, tampak seperti sedang memohon ampun pada Raja. Amarah Sang Raja mulai muncul, saat prajurit itu datang dengan tangan hampa.
“Kemari cepat!!. “Kau punya waktu 10 hitungan sebelum kepalamu di penggal. Jelaskan padaku mengapa kau melanggar perintahku. Mana pakaian kebahagiaan itu!” gurat-gurat kemarahan sang raja tampak memuncak.
Dengan airmata berlinang, dan badan bergetar, perlahan prajurit itu mulai angkat bicara. “Duli tuanku, aku telah memenuhi perintahmu. Aku telah menyusuri penjuru negeri, seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, untuk mencari orang yang paling berbahagia. Akupun telah berhasil menemukannya.
Kemudian, sang Raja kembali bertanya, “Lalu, mengapa tak kau bawa pakaian kebahagiaan yang dimilikinya?
Prajurit itu menjawab, “Ampun beribu ampun, duli tuanku, orang yang paling berbahagia itu, TIDAK mempunyai pakaian yang bernama kebahagiaan.”
***
Teman, bisa jadi, memang tak ada pakaian yang bernama kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan, seringkali memang tak membutuhkan apapun, kecuali perasaan itu sendiri. Rasa itu hadir, dalam bentuk-bentuk yang sederhana, dan dalam wujud-wujud yang bersahaja.
Seringkali memang, kebahagiaan tak di temukan dalam gemerlap harta dan permata. Seringkali memang, kebahagiaan, tak hadir dalam indahnya istana-istana megah. Dan ya, kebahagiaan, seringkali memang tak selalu ada pada besarnya penghasilan kita, mewahnya rumah kita, gemerlap lampu kristal yang kita miliki, dan indahnya jalinan sutra yang kita sandang.
Seringkali malah, kebahagiaan hadir pada kesederhanaan, pada kebersahajaan. Seringkali rasa itu muncul pada rumah-rumah kecil yang orang-orang di dalamnya mau mensyukuri keberadaan rumah itu. Seringkali, kebahagiaan itu hadir, pada jalin-jemalin syukur yang tak henti terpanjatkan pada Ilahi.
Sebab, teman, kebahagiaan itu memang adanya di hati, di dalam kalbu ini. Kebahagiaan, tak berada jauh dari kita, asalkan kita mau menjumpainya. Ya, asalkan kita mau mensyukuri apa yang kita punyai, dan apa yang kita miliki.
Adakah “pakaian-pakaian kebahagiaan” itu telah Anda sandang dalam hati? Temukan itu dalam diri.
Kiriman dari seorang sahabat yang tidak mau disebut namanya
Terima kasih sahabat…
Mayat bukan siapa siapa saja yg ada di kubur,
Tapi siapa-siapa saja yang hidup dengan semangat dan jiwa terkubur.
( Indrawan yepe)
Awali Hidup dengan Mimpi
Tinggalkanlah gengsi. Hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi. Agar semua terjadi
(Bondan P Ft Fade2Black “hidup berawal dari mimpi”)
Lirik lagu tersebut mungkin terdengar sederhana, namun jika kita renungkan maknanya sangatlah dalam. Lagu tersebut menyampaikan sebuah motivasi bagi kita untuk meraih cita cita yang kita impikan.
Lagu tersebut mengajarkan kepada kita bahwa kita harus menggantungkan cita-cita setinggi mungkin, karena dengan begitu kita akan semakin tertantang dan bersemangat dalam mencapainya. Tidak hanya semangat saja tentunya, kita juga harus merealisasikannya dengan kerja keras, memanfaatkan kesempatan yang ada didepan kita. Tinggalkan rasa malu ataupun gengsi, karena gengsi adalah sebuah batu penghalang seseorang untuk maju. Tapi kita juga harus merealisasikan cita-cita itu dengan cara yang baik, tidak menyalahi aturan. Ibararat sebuah hidangan lezat dibuat dengan cara yang baik dan pasti yang memasaknyapun adalah seorang koki yang hebat.
Mimpi adalah sebuah visi dan hidup adalah realisasi. Hidup takkan berarti tanpa ada visi dan mimpi takkan terasa indah tanpa mimpi. Jadi awalilah hari-hari anda dengan mimpi.
Dibalik Kesalahan dan Masalah
Semua orang didunia ini pasti ingin sukses. Tidak ada seorangpun yang ingin gagal dalam meraih cita-citanya. Namun apakah keberhasilan tersebut dapat dicapai dengan mudah? belum tentu, dua hal yang seringkali kita temui daqlam mencapai keberhasilan adalah kesalahan dan masalah.
Banyak orang menganggap kesalahan sebagai kegagalan , tetapi itu sebenarnya salah. kesalahan adalah ibarat guru pembimbing kita dalam mencapai keberhasilan. saat kita melakukan kesalahan, maka kesalahan itu akan menuntun untuk mengulangi pekerjaan kita sampai kita mendapatkan suatu cara yang benar dalam melakukan pekerjaan kita. kesalahan akan mengoreksi diri kita sehignnga membuat kita menjadi manusia yeng lebih baik. sebagai contoh, Colombus melakukan kesalahan saat ia hendak berlayar ke
Berbagai masalah yang datang kepada kita tidak sepatutunya kita sesali, tetapi harus kita syukuri. Karena masalah ibarat batu asah yang akan membentuk seorang manusia yang tangguh. Orang yang banyak menemui masalah dalam mencapai cita-citanya akan memiliki kualitas yang lebih baik dari orang yang mencapai cita-citaanya dengan mudah tanpa kerja keras. Kasih sayang paling berharga seekor elang pada anaknya bukanlah dengan memberi eraman hangat atau cacing lezat dari mulutnya, melainkan ketika menjatuhkan anaknya dari atas tebing. Suatu ketika anaknya berfikir bahawa ia akan menghadapi kematian, namun kemudian kepakan sayap pertamanya menjadi awal keehidupan sebagai seekor elang.
Jadi sebenarnya dibalik tebing kesalahan dan bukit terjal masalah bukanlah sebuah jurang kegagalan, namun sebuah ladang hijau keberhasilan.


