Parameter Fisika :
Warna, Bau, Rasa
Kekeruhan (Turbiditas)
pH
Temperatur
DHL (Daya Hantar Listrik)
Analisis Padatan
TS
TDS
TSS
Analisis Warna
Warna yang tampak pada air biasanya diakibatkan oleh adanya kontak air dengan zat organik yang sudah lapuk misalnya daun-daunan, kayu dan sebagainya, dalam keadaan tertentu zat organik tersebut akan terurai menghasilkan senyawa yang larut dalam air sehingga menyebabkan berwarna.yang biasanya mengakibatkan air menjadi berwarna kehijau-hijauan, konsentrasi ion besi dan mangan yang tinggi menyebabkan air berwarna kuning dan juga kontaminasi dari senyawa lain seperti zat warna tekstil atau limbah pabrik lainnya seperti air limbah industri pulp dan kertas mempunyai warna yang tinggi karena mengandung senyawa lignin/lindi hitam.
Derajat warna ditetapkan secara kolorimetri, dengan satuan unit Pt.Co atau TCU (True Colour Unit). Persyaratan air untuk keperluan minum yaitu maksimal memiliki derajat warna 15 TCU.Secara fisik air yang baik haruslah tidak berwarna.
Analisis Bau dan Rasa
Kualitas air yang baik haruslah tidak berbau dan berasa. Namun dalam keseharian kita sering menemukan bahwa air yang kita pakai untuk minum, mandi dan lain-lain memiliki bau atau rasa. Adanya Bau dan Rasa dalam air tersebut bisa diakibatkan oleh :
Zat-zat anorganik yang terlarut dalam air, misalnya :
Ion/senyawa sulfida yang menyebabkan bau sulfur/belerang pada air
Klor yang tinggi yang menyebabkan bau kaporit atau halogen. Pemakaian klor sendiri lazim dilakukan untuk penjernihan air seperti di kolam renang maupun di PDAM walaupun dalam konsentrasi yang terhitung rendah dan relatif aman bagi kesehatan tubuh manusia.
Ion besi dan mangan yang tinggi yang biasanya menyebabkan air menjadi berbau anyir. Air yang mengandung besi dan mangan yang tinggi biasanya terdapat di daerahyang mengandung kadar mineral tinggi seperti daerah bekas rawa-rawa atau danau
Garam (NaCl) yang tinggi dapat menimbulkan rasa asin pada air seperti pada air laut.
Kontak air dengan zat organik yang lapuk atau penguraian zat organik oleh bakteri dalam air, umumnya yang berlangsung secara anaerob. Dimana pada penguraian zat organik oleh bakteri yang bersifat anaerob ini dihasilkan senyawa-senyawa yang dapat mengakibatkan air berasa asam atau berbau tidak sedap.
Analisa bau air yang dilakukan pada percobaan praktikum kimia air ini sifatnya relatif, karena untuk analisisnya dilakukan secara langsung dengan menggunakan indra perasa dan penciuman tanpa disediakan parameter standar. Maka setiap orang pasti memiliki hasil yang beragam karena kepekaan dari indera penciuman dan indera perasa tersebut berbeda pada setiap individu.
Analisis kekeruhan (Turbidy)
Air berkualitas baik tentunya harus jernih atau tidak berwana. Namun banyak kondisi yang membuat air menjadi keruh. Kekeruhan dalam air diakibatkan oleh :
Zat-zat yang tersuspensi dalam air (bentuk koloid sampai bentuk lumpur kasar) berupa senyawa organik atau pun anorganik (misal : Fe2O3, MnO2)
Turbulensi dalam air yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kekeruhan (yang nampak).
Penentuan Kekeruhan dalam air dapat dilakukan dengan metode pengukuran, metode yang dapat digunakan adalah :
Metode Nefelometri (unit kekeruhan NTU)
Metode Hellige Turbidimetri (unit kekeruhan SiO2)
Metode Visual (unit kekeruhan Jackson)
Pengukuran dari kekeruhan dilakukan dengan alat khusus yang digunakan untuk mengukur kekeruhan yaitu alat Turbidimeter. Alat ini memiliki skala digital dan berukuran relative kecil sehingga praktis digunakan.
Standar kekeruhan untuk air yang berkualitas baik adalah < 1 ppm SiO2. kekeruhan dalam air dapat dihilangkan dengan cara :
Jika kekeruhan disebabkan oleh lumpur kasar, kekeruhan dapat dihilangkan dengan proses penyaringan
Jika kekeruhan disebabkan oleh lumpur halus (partikel koloid) pengolahan dapat dilakukan dengan menambahkan bahan kimia Koagulan (Tawas Al/Fe, Al2(SO4)3, PAC) dan atau flokulan (KPE dan APE).
Derajat keasaman (pH)
Derajat keasaman atau pH adalah suatu besaran yang menunjukkan kadar sifat asam atau basa dari suatu larutan dengan menunjukkan konsentrasi H+ yang ada. Derajat keasaman mempengaruhi suasana air dan kehidupan alami didalamnya, misalnya kehidupan biologi dan mikrobiologi. pH dari air penting ditetapkan, karena air yang mempunyai pH rendah (asam) dan pH tinggi (basa) yang tidak dikehendaki, karena dalam penggunaannya secara teknis akan menyebabkan kerusakan pada peralatan. Misalnya pada pipa dan peralatan lainnya. Nilai pH air yang normal adalah netral, yaitu antara pH 6 sampai pH 8 (Fardiaz, 1992). Air yang pH-nya kurang dari 7 bersifat asam, sedangkan yang pH-nya lebih dari 7 bersifat basa. Tanah yang bersifat asam akan mengakibatkan pelarutan dan ketersediaan logam berat yang berlebihan dalam tanah (Darmono, 1995). Perubahan pH yang sangat asam maupun basa akan mengganggu kelangsungan hidup organisme akuatik karena menyebabkan terganggunya metabolisme dan respirasi dan banyak biota air yang mati pada pH<5 dan >9.
Derajat keasaman (pH) dalam air biasanya dipengaruhi oleh :
Banyaknya mineral/zat terlarut
CO2 terlarut
Aktivitas bakteri
Turbulensi air
Limbah buangan manusia
Derajat keasaman/pH air secara teoritis dapat bervariasi antara 0 sampai dengan 14. pH air di Indonesia pada umumnya bervariasi antara 2 sampai dengan 10. Data pH diragukan keabsahannya apabila pH air kurang dari 2 atau lebih dari 10. . (Pusat Litbang Sumber Daya Air)
Temperatur (suhu)
Suhu adalah ukuran energi gerakan molekul. Suhu merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mengatur proses kehidupan dan penyebaran organisme. Suhu air sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan proses biologi dan kimia dalam sistem aquatik. Proses metabolisme hanya berfungsi di dalam kisaran suhu yang relatif sempit, biasanya antara 0-40oC. tetapi ada juga organisme yang mampu mentolerir suhu sedikit di atas dan sedikit di bawah batas-batas tersebut, misalnya ganggang hijau-biru yang hidup pada suhu 85oC di sumber air panas. Proses metabolisme meningkat dua kali untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC. Kebanyakan organisme laut telah mengalami adaptasi untuk hidup dan berkembang biak dalam kisaran suhu yang lebih sempit daripada kisaran total 0-40oC (Nybakken, 1992).
Naiknya suhu air akan menimbulkan akibat sebagai berikut:
Menurunkan jumlah oksigen terlarut di dalam air.
Meningkatkan kecepatan reaksi kimia.
Mengganggu kahidupan ikan dan hewan air lainnya.
Jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewan air lainnya mungkin akan mati (Kristanto, 2002).
Air yang baik hendaknya memiliki suhu yang hamper sama dengan suhu udara. Pengukuran suhu dilakukan dengan menggunakan Thermometer. Temperatur air secara teoritis dapat bervariasi antara 0oC sampai dengan100oC. Temperatur air di Indonesia pada umumnya bervariasi antara 15oC sampai dengan 35oC. Data temperatur diragukan keabsahannya apabila nilai temperatur kurang dari 15oC atau lebih dari 35oC. (Pusat Litbang Sumber Daya Air)
Daya hantar listrik (DHL)
Daya hantar listrik didefinisikan sebagai kemampuan dari air untuk menghantarkan arus listrik. Daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh :
Konsentrasi zat yang terionisasi dalam air
Jenis ion
Valensi ion
CO2 terlarut
Temperatur/suhu
Pengukuran Daya hantar listrik dilakukan dengan menggunakan alat konduktometer dengan satuan mho/cm atau S/cm.
Jumat, 15 Oktober 2010
analisa air
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar